Rabu, 14 Maret 2012

KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN




KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN


 





 Oleh :

1. R.RASIDAH
2. SITI LESTARI
3. YULIYANTI



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ( STAI )
AULIAURRASYIDIN TEMBILAHAN
T.A 2011/2012




PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN

Keterampilan adalah pola kegiatan yang bertujuan, yang memerlukan manipulasi dan koordinasi informasi yang dipelajari.
Mengajar adalah membimbing suatu kegiatan ssiswa dalam proses belajar, yang merupakan pengaturan dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan kegiatan belajar dengan baik.[1] 
Pengertian mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan keterampilan dasar mengajar yang paling kompleks.[2]
Keterampilan dasar mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan salah satu cara yang dapat di lakukan untuk dapat memfasilitasi system pembelajaran yang di butuhkan oleh siswa baik secara klasikal maupun individu. Oleh karena itu keterampilan mengajar ini harus  di latih dan di kembangkan, sehingga para calon guru atau guru dapat memiliki banyak pilihan untuk dapat melayani siswa dalam melakukan proses pembelajaran.[3]
Oleh krna itu dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan, perlu suatu perbuatan yang bersifat memanusiawikan pendidikan. Artinya bahwa perbedaan individu ( siswa ) perlu mendapatkan perhatian yang memadai. Dalam pengajaran yang klasikal pada dasarnya kebutuhan masing-masing siswa tidak dapat dilayani oleh guru karena semua anak di perlakukan sama.[4]
Nah dengan adanya keterampilan dasar mengajar ini
Guru dapat membantu siswa sesuai dengan kebutuhannya, misalnya dengan cara memberi tugas yang sesuai dengan kemampuannya atau menilai kemampuan siswa dengan cara yang paling tepat untuk siswa tersebut.[5]
Supaya setiap anak lebih mendapatkan perhatian serta memungkinkan terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, perlu direncanakan dan dilaksanakan bentuk pengajaran kelompok kecil dan perorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan memberi kesempatan kepada setiap peserta didik dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dan peserta didik, maupun antara peserta didik dengan peserta didik lainnya.[6]
Pengajaran ini dapat memungkinkan siswa belajar lebih aktif, memberikan rasa tanggung jawab yang besar,berkembangnya daya kreatif dan sifat kepemimpinan pada siswa, serta dapat memenuhi kebutuhan siswa secara optimal.[7]

1.PENGERTIAN
Kelompok kecil dan perorangan adalah sebagai penggabungan dari kegiatan belajar mengajar secara keseluruhan  yang sudah merupakan adat kehidupan sekolah di Indonesia. Ini berarti bahwa mengajar kelompok kecil dan perorangan terjadi dalam konteks klasikal atau menyeluruh, namun bukan berarti bahwa siswa terus – menerus belajar dalam kelompok kecil dan perorangan. Dengan demikian, siswa akan mengalami kegiatan belajar secara klasikal, kelompok kecil, dan perorangan digunakan sesuai dengan topik pembahasan yang sedang dipelajari dan tujuan yang akan dicapai.[8]
Mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat diartikan sebagai perbuatan guru dalam konteks belajar-mengajar yang hanya melayani 3-8 siswa untuk kelompok kecil, dan hanya satu orang untuk perorangan. Pada dasarnya bentuk pengajaran ini dapat dikerjakan dengan membagi kelas menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil.[9]
Nah,dari beberapa pengertian tentang belajar kelompok kecil dan perorangan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran kelompok kecil dan perorangan adalah suatu perbuatan guru dalam konteks pembelajaran yang terdiri dari beberapa siswa atau sekitar 3-8 siswa saja,dan hanya satu orang untuk perorangnya. Adapun masalah – masalah yang sering dihadapi guru pada saat mengajar yaitu siswa pada dasarnya memiliki banyak perbedaan baik fisik maupun mentalnya, baik cara belajar maupun memahami pelajaran, dll. Jadi dengan perbedaan – perbedaan tersebut seorang guru harus menguasai keterampilan dasar mengajar agar semua masalah tersebut dapat teratasi. 


2.KARAKTERISTIK MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN
Mengajar kelompok kecil dan perorangan ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Terjadinya hubungan (interaksi) yang akrab dan sehat antar personal ( antara guru dengan siswa,siswa dengan guru,dan siswa dengan siswa ).
b.      Siswa belajar sesuai dengan kecepatan, cara kemampuan dan minatnya sendiri.
c.       Siswa mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhannya.
     Siswa dilibatkan dalam penentuan cara-cara belajar yang akan ditempuh dan alat yang akan digunakan.[10]
           
                        Selain ciri-ciri yang diatas,ada juga ciri-ciri yang lain sebagai berikut :
a.                 Mempunyai keanggotaan yang jelas
b.                 Ada kesadaran kelompok
c.                 Mempunyai tujuan yang sama
d.                 Saling bergantung dalam memenuhi kebutuhan
e.                 Ada interaksi dan komunikasi antara anggota
f.                 Ada tindakan bersama.[11]
3.PERANAN GURU
a. Sebagai motivator
     Artinya guru memfosisikan diri sebagai  penggerak, yang menumbuhkan semangat dn kekuatan  belajar bagi siswa

b. Sebagai fasilitator
       Disini guru menciptakan lingkungan belajar untuk kelancaran proses pembelajaran dan memberi kemudahan bagi siswa sebagai peljar.
c. Organisator pembelajaran
     Guru mengelola kegiatan pembelajaran sehingga dapat berjalan secara efektif dan efesien.
d. Multi metode dan media
     Guru menggunakan metode dan media yang bervariasi,tidak terpaku pada satu metode saja.
e. Pola intraksi pembelajaran
       Artinya adanya interaksi antara guru dan siswa,siswa dan siswa,serta siswa dengan lingkungan.
f. Pemanfaatan sumber pembelajarn secara luas dan bervariasi
       Nah, dsini guru merangsang siswa untuk menggunakan atau emanfaatkan berbagai sumber belajar,agar siswa dapat mengembangkan bakat,dan keinginan nya demi mencapai hasil belajar yang lebih baik lagi.
g. Mendiagnosa kesulitan belajar siswa[12]
          yaitu mencermati permasalahan yang dihadapi siswa, dan dengan keterampilan kelompok kecil ini siswa akan mudah dan bebas menyampaikan permasalahan atau kesulitannya, sehingga guru dapat menyimpulkan kesulitan yang dihadapi siswa dan cara mengatasinya.




4. KOMPONEN KETERAMPILAN
   Menurut beberapa ahli dalam buku yang berbeda, komponen keterampilan  mengajar kelompok kecil dan perorangan terdiri dari beberapa komponen yaitu:
a. keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
       Adalah terjadinya hubngan yang sehat dan akrab atara guru dengan siswa,dan siswa dengan siswa.keterampilan seperti ini hanya bias dilakukan apabila guru memiliki keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.pendekatan ini dapat dilakkan dengan cara:
1). Menunjukan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan dan perilaku siswa
2). Mendengar dengan penuh rasa simpati gagasan yang dikemukakan siswa
3). Merespon secara positif pendapat siswa
4). Membangun hubungan rasa saling mempercayai
5). Menunjukan kesiapan untuk membantu siswa
6). Menunjukan kesediaan untuk menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian.
7). Berusaha mengendalikan situasi agar siswa merasa aman,terbantu,dan mampu menemukan pemecahan masalah yang dihadapi.[13]
b.  keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara :
      Adalah sebagai organisator kegiatan pembelajaran, agar dapat melaksanakan peran tersebut dengan baik, guru tersebut harus menguasai kketerampilan berikut.
1). memberikan orientasi umum tentang tujuan,tugas atau masalah yang akan dipecahkan.
2). Memvariasikan kegiatan yang mencangkup/ penyatuan ruagan kerja,peralatan, cara kerja, aturan – aturan yang perlu dilakukan, serta alokasi waktu tuk kegiatan trsebut.
3). Membentuk kelompok yang tepat dalam jumlah dan tingkat kemampuan lainnya sehingg siswasiap untuk mengerjakan tugas.
4). Mengkoordinasikan kegiatan dengan cara melihat kemajuan belajar yang dicapai serta penggunaan materi dan sumber ,sehingga guru dapat memberikan bantuan pada saat yang tepat.
5).  Membagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa sehingga guru siap membantu siapa saja yang membutuhkan.
6). Mengakhiri kegiatan dengan kulminasi yang dapat berupa laporan hasil dan kesimpulan dari sebuah kegiatan.[14]
c. ketrampilan membimbing dan memudahkan belajar
    Dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan, seorang guru diharapkan dapat membantu siswa sehingga siswa dapat menyelesaikan tugasnya tampa mengalami  frustasi.hal ini dapat dilakukan dengan cara:
1). Memberi penguatan secara tepat dan sesuai baik secara khualitas maupun kuantitas sehingga siswa merasa bahwa mereka diperhatikan.
2). Melaksanakan supervisi proses awal yang merupakn operasionalisasi dari sikap tanggap gru terhadap proses kerja siswa pada awal memulai kegiatan pembelajaran.
3).  Melaksanakan supervisi proses lanjut yang menekankan pemberian bantuan secar selektif agar kegiatan dapat berrlangsung secara terarah sampai menjelang akhir kegiatan.adapun bantuan secara selektif guruharus memilki keterampilanberinteraksiyait memberikan pelajaran atau bimbingan tambahan, melibatkn diri sebgai peserta untuk memotivasi siswa,memimpin diskusi, dan sebagai katalasator.
4).  Melaksanakan supervisi pemaduan yang memsatkan perhatian pada kesiapan kelompok atau perorangan untuk melakukan kegiatan akhir.
d.  Keterampilan merancang dan melaksanakan kegiatan  pembelajaran.
       Pada kegiatan belajar ini guru harus mampu membuat perancanaan yang mantap, yang dapat dibuat dengan cara guru mendiagnosis kemampuan akademik siswa,kemampuan memahami,gaya belajar, kecendrungan minat, serta tingkat kedisiplinan siswa.
       Keterampilan ini terdapat 4 sub komponen
    1). Membantu siswa menetapkan tujuan belajar
2). Merancang kegiatan belajar bersama siswa
3). Berperan sebagai penasehat siswa bila diperlukan
4). Membantu siswa menilai kemajuan belajarnya sendiri.[15]

5. HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN GURU
Format mengajar kelompok kecil masih belum biasa bagi guru di indonesia. Oleh karena itu agar format ini dapat digunakan secala selektif ada beberapa hal yang perrlu diperhatikan yaitu:
a. Pembelajaran dilakukan berdaarkan perbedaan individu
b. Memperhatikan dan melayani kebutuhan murid dalam proses pembelajaran
c. Mengupayakan proses belajar mengajar yang aktif dan efektif
d. Merangsang tumbuh kembangnya kemampuan optimal murid
e. Pergeseran dari pengajaran klasikal kepengajaran kelompok kecil
f. Langkah pengajaran kelompok kecil dan perorangan dalam pengajaran kelompok kecil
g. Menggunakan berbagai variasi dalam pengorganisasiannya.[16]

6. CARA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN
a. Pembentukan kelompok
     Kelompok – kelompok dapat dibentuk berdasarkan minat,bakat,gaya belajar,latar belakang pengalaman,prestasi belajar.
b. Perancangan tugas kelompok
       Tugas yang diberikan pada setiap kelompok dapat berupa paralel ( sama semuanya ) atau komplementer ( tugas yang berbeda )
c. Persiapan dan perancangan
                  Kegiatan ini berupa penyiapandan pengaturan (sitting)ruang belajar, alat dan sumber belajar sehingga pembelajaran akan efektif dan produktif.


d. Pelaksanaan
       Dengan langkah – langkah
1). Pembelajaran diawali dengan pertemuan klasikal
2)    Setelah semua jelas siswa/i belajar atau mengerjakan tugas
3). Guru berkeliling memantau kerja siswa/i sambil mengamati manakala ada yang memerlikan bantuan guru
4). Dalam waktu 15-10 guru mengingatkan waktu akan segera habis
5). Setelah waktu habis,masing-masing kelompok menyanpaikan laporanhahil kerja,kelompok lain memberikan tanggapandan guru memberikan pemantapan
6). Sebagai bahan evaluasi,selain dalam bentuk laporan lisan,guru dapat memanfaatkan laporan tertulis, karya tulis dan lain – lain.[17]

7.  Karakteristik mengajar kelompok kecil dan perorangan
Secara spesifik karakteristik mengajar kelompok kecil dan perorangan antara lain sebagai berikut :
a.  Hubungan yang akrab antara personal
b.     Siswa melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan cara,minat, dan kecepatan masing –masing
c.     Guru melakukan bimbingan terhadap siswa sesuai dengan potensi yang dimiliki
d.     Siswa sejak awal pembelajaran dilibatkan dalam menentukan tujuan,materi,maupun proses pembelajaran yang harus dilakukan[18]
Selain ciri-ciri yang diatas,ada juga ciri-ciri yang lain sebagai berikut :
·     Mempunyai keanggotaan yang jelas
·     Ada kesadaran kelompok
·     Mempunyai tujuan yang sama
·     Saling bergantung dalam memenuhi kebutuhan
·     Ada interaksi dan komunikasi antara anggota
·     Ada tindakan bersama[19]

8. SYARAT PEMBELAJARA KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN AGAR EFEKTIF
Pembelajaran akan efektif dan produktif mencapai tujuannya,apabila pembelajaran tersebut berkondisi :
a. Mempunyai iklim yang hangat
b. Sangat kohensif
c. Ada rasa tanggung jawab
d. Ada rasa keanggotaan yang kuat pada para anggotanya.[20]       
Selain itu dapat juga dilakukan dengan cara :
a. Mengembangkan ketermpilan dalam pengorganisasian
b. Membimbing dan memudahkan belajar
c. Perencanaan penggunaan ruangan
d. Pemberian tugas yang menantang dan menarik.[21]

9. PENTINGNYA GURU MENGUASAI KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN
    Mengapa keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan ini perlu dikuasai oleh guru dan calon guru?
  Dibawah ini ada beberapa alasan
·         Pada dasarnya setiap siswa mempunyai cara belajar yang berbeda.
·         Pengajaran kelompok kecil dan perorangan memungkin terjadinya hubungan yyang lebih akrab antara siswa dan guru serta siswa dengan siswa dengan begitu guru dapat memberikan perhatian yang lebih  kepada siswa tersebut
·         Kadang – kadang siswa lebih mudah belajar dengan cara mengajar temannya dan belajar bersama temannya
·         Memungkinkan siswa terlibat secara aktif dalam belajar
·         Sejalan dengan kegiatan kelompok, kegiatan individual atau perorangan juga mempunyai berbagai  kekuatan. Dengan belajar sendiri, siswa akan memiliki rasa tanggung jawab dll.[22]



[1]Nana Sudjana, Cara Belajar Siswa Aktif.( Bandung: Sinar Baru,1989 ), hlm. 7 - 17
[2]Aria Djalil, dkk, Pembelajaran Kelas Rangkap,  ( Jakarta: Universitas Terbuka, 2002 ), hlm. 6.1
[3]Dadang Sukirman dan Mamad kasmad, Pembelajaran Mikro.(Bandung:Universitas Pendidikan Indonesia,2006).Hlm 215
[4]Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, ( Bandung : Remaja Rosda Karya,2008 ), hlm. 77
[5]Modul 10- Modul 21, Micro Teaching, hal. 10-1.
[6]Mulyasa, Menjadi Guru Propesional, ( Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2007 ), hlm. 92
[7]Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru professional, ( Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008 ), hlm 103
[8]H. Udin S. Winataputra, dkk, Strategi Belajar Mengajar, ( Jakarta: UT, 2002 ), hlm. 8.56
[9]Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, (Bandung, Remaja Rosdakarya , 2009) hal.77
[11]Wardani, dkk. Pembinaan Kompetensi Guru Matematika, ( Jakarta : Universitas Terbuka, 2001 ), hlm. 5.34
[12] Edi Soegito dan Yuliyani Nurani. Kemampuan Dasar Mengajar, ( Jakarta: Universitas Terbuka, 2002 ), hlm. 12.5
[13] Semiawan Conny,dkk,Pendekatan Keterampilan Proses,(jakarta:PT Gramedia 1992), hal. 98
[14] Soetomo,Dasar-Dasar Intraksi Belajar Mengajar. ( Surabaya: Usaha nasional, 1993 ), hal. 123
[15] Moh usman,Uzer, op.cit, hal. 18-19
[17]  Eni purwanti, op.cit, hal 15
[18] ibid
[19] Wardani.op.cit,. hal 5.34
[20] Eni purwanti Loc.cit
[21] E. Mulyasa, op.cit.,  hal 92
[22] Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. ( Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000 ), hlm. 52

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar